PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM
Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Agama Islam Secara Benar

By Miftachul Mahmud 05 Mei 2025, 11:30:49 WIB Kajian Islam
PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM

Pada bagian ini penulis akan membagikan prinsip-prinsip dasar dalam beragama yang merupakan kaidah-kaidah penting dalam menjalankan agama Islam, agar berada di jalan yang lurus dan selamat dari berbagai bentuk penyimpangan. 

Berikut ini 7 prinsip dasar penting yang sudah seharusnya seorang muslim mengetahui serta memahaminya:

  1. Ilmu
  2. Manhaj
  3. Tauhid
  4. Ibadah
  5. Sunnah
  6. Amar Ma'ruf Nahi Munkar
  7. Akhlak

In-Syaa'-Allah penulis akan memaparkan 7 bab tersebut secara berkala.

1.      ILMU: [1]

 Kaidah paling penting dan mendasar pada bab Ilmu adalah, bahwa ilmu itu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan. Hal ini sebagiamana dikatakan oleh Imam Al Bukhari salah satu bab di kitab shahihnya:

Baca Lainnya :

    العلم قبل القول والعمل

    "Ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan."

    • Perkara Mendasar yang Wajib Diketahui (Diilmui):

     

    1.      Mengenal Allah

    2.      Mengenal Nabi Muhammad

    3.      Mengenal Agama Islam dengan dalil

     

    Tiga perkara ini paling prinsip dan mendasar untuk diketahui karena akan menjadi pertanyaan ketika seorang hamba masuk ke alam kubur.

     

    • ·         Keutamaan Ilmu Syar’I dan Keutamaan Mempelajarinya

    Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (wafat th. 751 H) rahimahullaah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i. Di buku ini penulis hanya sebutkan sebagian kecil darinya. Di antaranya:

    1.      Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya [QS Al Mujadilah: 11]

    2.      Kesaksian Allah Ta’ala Kepada Orang-Orang Yang Berilmu

    3.      Orang Yang Berilmu Adalah Orang-Orang Yang Takut Kepada Allah

    4.      Ilmu Adalah Nikmat Yang Paling Agung [An-Nisaa’: 113]

    5.      Faham Dalam Masalah Agama Termasuk Tanda-Tanda Kebaikan

    6.      Orang Yang Berilmu Dikecualikan Dari Laknat Allah

    Imam at-Tirmidzi (wafat th. 249 H) rahimahullaah meriwayatkan dari Abu Hurairah (wafat th. 57 H) radhi-yallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.’”

    7.      Menuntut Ilmu Dan Mengajarkannya Lebih Utama Daripada Ibadah Sunnah Dan Wajib Kifayah

    8.      Ilmu Adalah Kebaikan Di Dunia
    Mengenai firman Allah Ta’ala
    : “Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”
    Al-Hasan (wafat th. 110 H) rahimahullaah berkata, “Yang dimaksud kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah.” Dan firman Allah
    : “Dan kebaikan di akhirat.” [Al-Baqarah: 201]
    Al-Hasan rahimahullaah berkata, “Maksudnya adalah Surga.”

    9.      Ilmu Adalah Jalan Menuju Kebahagiaan

    10.  Menuntut Ilmu Akan Membawa Kepada Kebersihan Hati, Kemuliaannya, Kehidupannya, Dan Cahayanya

    11.  Orang Yang Menuntut Ilmu Akan Dido’akan Oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam,

    12.  Menuntut Ilmu Adalah Jihad Di Jalan Allah Dan Orang Yang Menuntut Ilmu Laksana Mujahid Di Jalan Allah Ta’ala

    13.  Pahala Ilmu Yang Diajarkan Akan Tetap Mengalir Meskipun Pemiliknya Telah Meninggal Dunia

    14.  Dengan Menuntut Ilmu, Kita Akan Berfikir Yang Baik, Benar, Mendapatkan Pemahaman Yang Benar, Dan Dapat Mentadabburi Ayat-Ayat Allah

    15.  Ilmu Lebih Baik Daripada Harta

    ·        Keutamaan ilmu atas harta dapat diketahui dari beberapa segi:

    1. 1.       Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.
    2. 2.       Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.
    3. 3.       Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.
    4. 4.       Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.
    5. 5.       Apabila meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur.
    6. 6.    Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.
    7. 7.   Orang yang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.
    8. 8.  Jiwa akan mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya- sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.
    9. 9.  Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.
    10. 1Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.
    11. 1Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.
    12. 1Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.
    13. 1Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.
    14. 1Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.
    15. 1Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.

    Bersambung Ke bagian 2


    [1] Pembahasan bab ini merujuk pada “Kitab Al Ilmu” karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, serta buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga”, karya Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, ditambah sumber  lain.




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment